MENGENANG 50 TAHUN G30S PKI :')

Berita hari Ini: Mengenang 50 Tahun Pemberontakan G30S PKI Dan Kesatkitan Pancasila 1 Oktober !


Mengenang G30S PKI dan Kesaktian Pancasila

Mengenang Pemberontakan G30S PKI dan Kesaktian Pancasila

Smeaker.com - Sejarah G30SPKI merupakan salah satu sejarah kelam yang tercatat dari sejaraha negeri ini. ketika kemerdekaan yang masih sebentar direbut dari tangan penjajah, justru ada penghianat yang ingin mengkudeta kepemerintahan Indonesia yang saat itu di bawah kepemimpinan Presiden Soekarno.
Partai Komunis Indonesia yang merupakan dalang dari Gerakan 30 September PKI tersebut yang diketuai oleh Dipa Nusantara Aidit (DN. Aidit) yang bertujuan untuk menggulingkan pemerintahan Presiden Soekarno dan menginginkan pemerintahan Indonesia menjadi pemerintahan komunis.
DN.Aidit telah gencar menghasut seluruh msyarakat supaya mendukung PKI dengan iming-iming Indonesia akan lebih maju dan juga sentosa. Menurut pakar sejarah, pada masa rezim Presiden Soeharto, DN. Aidit ini merupakan dalang utama dari G30SPKI tersebut.
Gerakan 30SPKI bergerak atas satu komando yang dipimpuin oleh Komando Batalyon I Cakrabirawa, Letnan Kolonel Untung Syamsuri.
Gerakan ini dimulai dari Jakarta dan Yogtakarta yang mengincar Dewan Jendral dan Perwira Tinggi. Awal mulanya gerakan ini hanya bermaksud untuk menculik dan membawa para Jendral dan perwira Tinggi ke Lubang Buaya.
Namun, ada beberapa prajurit Cakrabirawa yang memutuskan untuk mebunuh Dewan Jendral dan Perwira Tinggi. Jendral yang dibantai oleh PKI kala itu diantaranya ialah Jendral Ahmad Yani dan Karel Satsuit Tubun, sisanya Jendral dan Perwira Tinggi meninggal dunia secara perlahan akibat luka penyiksaan di Lubang Buaya tersebut.
Para Pahlawan Dewan Jendral dan Perwira Tinggi yang meninggal dunia atas kekejaman Gerakan G30SPKI dan ditemukan di sumur Lubang Buaya adalah:
  1. Letnan Jendral Anumerta Ahmad yani (Meninggal dunia di rumahnya, Jakarta Pusat, yang sekarang menjadi Museum Sasmita Loka Ahmad Yani)
  2. Mayor Jendral Mas Tirtodarmo Haryono
  3. Mayor Jendral Raden Soeprapto
  4. Brigadier Jendral Donald Isaac Panjaitan
  5. Mayor Jendral Siswondo Parman
  6. Brigradir Polisi Ketua Karel Satsuit Tubun (Meninggal dunia di rumahnya)
  7. Brigadier Jendral Sutoyo Siswodiharjo
  8. Kolonel Katamso Darmokusumo (Korban G30S/PKI di Yogyakarta)
  9. Letnan Kolonel Sugiyono Mangunwiyoto (korban G30s?PKI di Yogyakarta)
  10. Ade Irma Suryani Nasution (Putri Abdul Haris Nasution, meninggal di kejadian ini)
  11. Kapten Lettu Pierre Andreas Tendean (Meninggal di Kediaman Jendral Abdul Haris Nasution)
Para Dewan Jendral dan Para staf Militer Tinggi Negara tersebut akhirnya berhasil di temukan dalam posisi tidak bernyawa dan di kuburkan menjadi satu dalam sebuah sumur yang dikenal dengan lubang Buaya.
Usai usaha PKI untuk menguasai negeri ini berhasil di tumpas dalam waktu cepat oleh pasukan militer Indonesia yang saat itu dipimpin Mayor Jendral Soeharto. Tepat pada jam 21.00 WIB pada 1 Oktober 1965 pemerintah lewat Mayor Jendral Soeharto mengumumkan PKI di Indonesia berhasil di tumpas.
Akhirnya sejarah tanggal 1 Oktober di kenagn sebagai Hari Kesaktian Pancasila, dan untuk mengenang 7 jendral yang menjadi korban keganasan PKI, pemerintah mebangun Monumen Pancasila Sakti.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

AJIIIIB Tips Aman Beli Mobil Bekas di Situs Online

wahhhh PROVINSI paling miskin di INDONESIA

Mentri Di Dijambak!!!!